[FARMAKOTERAPI] =: Hipertensi :=

2nd meeting, Tue 280212

hAAAAYYY…! Hari iniy saia mo rajin dengan membahas hasil catatan saia selama kuliah. I love this subject. I think it’s cool. Why? Karena mata kuliah iniy membahas mendalam satu penyakit. Yaah, gak dalem2 banget sih, tapi membahas mulai dari pengertian, epidemiologi penyakit, sampai pengobatannya gimana.

WARNING!!! I don’t own anything about this, i just wrote what my lecturer told me. I just add some note on some term or remake the chart to make it more fun. So, please don’t call me a ‘plagiator’ >.<,, Well, let’s start!

:=HiPeRteNsi=:

Tanda umum: tekanan darah ↑

*tekanan darah = sistolik/diastolik, ex: 120/80

sistolik → saat jantung memompa darah ke vena paru2 maupun ke aorta (kontraksi jantung), bilik mengempis

diastolik → fase pengisian ventrikel/bilik dari serambi, jantung relaksasi, bilik mengembang

  • TD = CO x TPR

Keterangan:

TD = tekanan darah (MAP = Mean Arterial Pressure)

CO = Cardiac Output (curah jantung) → Σ darah yang dipompa jantung per satuan waktu

– dalam kondisi istirahat = 5L/menit

– saat beraktivitas = bisa 5x keadaan istirahat

TPR = Total Peripheral Resistance (resistensi perifer) 

→ kondisi pembuluh darah arteri (vasodilatasi / vasokontriksi)

→ menggambarkan perlawanan (?) pembuluh darah terhadap aliran darah

* kondisi hipertensi → arteri mengalami penyempitan (vasokontriksi) → TPR ↑

  • hIPERTENSI

→ Jarang menunjukkan simptom (gejala yang umum: pusing, tegang)

→ Silent killer (karena gejala2nya kadang tidak terlihat)

→ Uncontrolled → komplikasi: penyakit jantung, stroke, RF (Renal Failure), retinopati (kebutaan)

Image

  • yang mengontrol TD

1. REFLEKS BARORESEPTOR 

→ mempengaruhi:

– Saraf simpatis → ↓ denyut jantung

– Saraf parasimpatis 

↑ denyut jantung

↑ kontraktibilitas miokardial (otot jantung)

↑ tonus arteri

↑ kapasitas vena

2. RAA (Renin-Angiotensin-Aldosteron)

→ aktif saat terjadi penurunan TD ke ginjal 

* Renin = enzim yang mengubah angiotensinogen  angiotensin I yang selanjutnya diubah jadi angiotensin II oleh ACE (Angiotensin Converter Enzyme). Angiotensin II = vasokonstriktor kuat, sehingga menyebabkan TD ↑. 

 *Aldosterone = hormon steroid yang dapat membuat terjadinya retensi garam dan cairan →  ↑ TD. 

#Hipertensi primer (ringan) = refleks baroreseptor & RAA abnormal

 Image

  • ePIDEMIOLOGI

Prevalensi dunia = 31% populasi

< 45 tahun → pria >> wanita

45 – 54 th → pria < wanita (karena sistem hormonal ↓ / menopause)

> 55 tahun → pria << wanita

 Indonesia: hipertensi 15 juta orang → 4% hipertensi terkontrol

Prevalensi Indonesia = 6-15 % → 50% tidak menyadari 

  • eTIOLOGI (penyebab)

♥ Hipertensi esensial / primer

@ penyebab tidak diketahui

@ > 90% penderita masuk kategori ini 

@ faktor yang berkontribusi: ♠hiperinsulinemia ♠gangguan natriuresis ♠autoregulasi neural & periferal abnormal ♠gangguan RAA 

♥ Hipertensi sekunder

@ < 5% penderita

@ Penyebab tidak diketahui.

#Penyebab hipertensi sekunder kebanyakan adalah gangguan pada organ tertentu

 ♠ Ginjal

~ Kerusakan glomerular → ↓ GFR (Glomerular Filtration Rate) → retensi cairan → TD ↑

~ Sekresi renin ↑ → angiotensin II ↑ → TD ↑ 

♠ Endokrin

~ Feokromositoma → adrenalin (epinefrin) ↑ 

~ Cushing / Conn’s Syndrom → Aldosteron ↑  

* Feokromositoma = tumor yang berasal dari sel-sel kromafin kelenjar adrenal.

Sel kromafin = sel yang menghasilkan katekolamin (hormon yang menyebabkan tekanan darah tinggi)

Kelenjar adrenal = kelenjar yang menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin yang berfungsi mengatur tekanan darah dan detak jantung.

Cushing / Conn’s Syndrom = kelainan pada kelenjar adrenal

♠ Vasomotor

~ Tekanan intrakranial ↑ (trauma, tumor)

*Tekanan intrakranial = jumlah total tekanan dari volume jaringan otak ,cairan serebrospinal, pembuluh darah yang disebabkan oleh infeksi SSP , perdarahan intrakranial, tumor otak, hidrosefalus

♠ Anatomik

~ Koarktasio aorta (kontriksi)

*Koarktasio aorta = penyempitan setempat pada lumen aorta.

♠ Obat

~ MAOI (Mono Amine Oxidase Inhibitor), ex: antidepresi fenelzin

~ NSAID (Non-Steroidal Antiinflamatory Drug) ♦ Kortikosteroid ♦ Kontrasepsi ♦ Simpatomimetik

  •  kLASIFIKASI tEKANAN dARAH ( ≥ 18 tahun)

Image

→ diukur dalam keadaan posisi duduk

→ pengukuran dilakukan min. 2x

→ bila pengukuran sistol / diastol berbeda, digunakan klasifikasi tertinggi

♥ Pasien Diabetes Melitus (DM) ♥ Penyakit ginjal kronis ♥ Penyakit arteri koroner (myocardia infraction, angina) ♥ Penyakit corinary atherosderotic  → hipertensi = TD ≥ 130/80 mmHG

♦ Disfungsi ventrikel kiri (gagal jantung) → hipertensi = TD < 120/80 mmHg

*Myocardial infraction = serangan jantung

Angina / Angina pektoris = angin duduk → berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke miokardium.

  • pRESENTASI kLINIK

 Umum

→ Pasien yang terlihat sehat atau memiliki faktor resiko:

 Umur ≥ 55 tahun (pria) & ≥ 65 tahun (wanita)

 Diabetes mellitus

  Dislipidemi (LDL, kolesterol, trigliserid → tinggi)

 Riwayat keluarga

 Obesitas

 Merokok

*Obesitas dapat diperkirakan dengan menghitung BMI (Body Mass Index)

 

 ♥ Simptomatik → asimptomatik

 Tanda : TD → prehipertensi / hipertensi

♥ Laboratory test

 BUN (Blood Urea Nitrogen) dan serum kreatinin
 Kadar lipid puasa
 Kadar glukosa puasa
 Serum kalium
 Urinalisis

*BUN = test untuk mengukur kadar Nitrogen berupa urea dalam darah dan sebuah ukuran fungsi ginjal. 

Kreatinin = senyawa yang terbentuk dari turunan kreatin, difiltrasi ke darah oleh ginjal dan tidak mengalami reabsorpsi. Bila proses filtrasi terganggu, kadar kreatinin darah meningkat. Oleh karena itu kadar kreatinin dalam darah dan urin dapat digunakan untuk menghitung Creatinin Clearance (CrCl) yang juga menggambarkan GFR (Glomerular Filtration Rate). 

*Urinalisis = test urin untuk mendeteksi berbagai zat yang terdapat pada urin untuk kepentingan diagnosa. 

♥ Diagnostik lain

 EKG (deteksi gangguan jantung)

♥ TOD

 Otak (stroke, iskemik, demensia)
 Mata (retinopati)
 Jantung (angina, MI, HF)
 Ginjal (CKD)
 Penyakit arteri perifer

  • tUJUAN, sASARAN, & sTRATEGI tERAPI

→ mencegah morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskurar dengan menurunkan TD

  •  Target penurunan TD yang direkomendasikan AHA (American Heart Association):

♣ Kebanyakan pasien : penurunan < 140/90 mmHg

♥ Pasien Diabetes Melitus (DM) ♥ Penyakit ginjal kronis ♥ Penyakit arteri koroner (myocardia infraction, angina) ♥ Penyakit corinary atherosderotic : penurunan < 130/80 mmHg

♦ Pasien dengan  disfungsi ventrikel kiri (gagal jantung): penurunan < 120/80 mmHg

  • pENGOBATAN

1. Modifikasi pola hidup (lifestyle)

♦ Untuk prehipertensi & hipertensi

♦Turunkan BB → BMI normal = 18,5 – 24,9 kg/m2 → sistolik ↓ 5-20 mmHg per penurunan 10 kg BB

♦ Perbanyak makan buah dan sayur

♦ Kurangi konsumsi garam

♦ Aktivitas fisik = olahraga aerobik

2. Terapi Hipertensi

♠ Rekomendasi obat → ada tingkatan strength of recommend dan quality of evidence

Sumber:

feokromositoma: http://www.tanyadokter.com/disease.asp?id=1000901

http://www.scribd.com/doc/57250494/Feokromositoma

tekanan intrakranial: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1988/1/bedah-iskandar%20japardi53.pdf

http://www.pediatrics-undip.com/journal/Tekanan%20Intrakranial%20Meningkat%20Gejala%20Klinis%20dan%20Pengelolaannya%20-%20dr%20Alifiani%20SpAK.pdf

Koarktasio aorta: http://books.google.co.id/books?id=j_ScFduyerMC&pg=PA104&lpg=PA104&dq=Koarktasio+aorta&source=bl&ots=1Li17ThMCM&sig=ms1KFXWciuualwYF5QQTCYgfWu0&hl=id&sa=X&ei=_sxNT8OjMsXrrQfjppGrDw&ved=0CCsQ6AEwAw#v=onepage&q=Koarktasio%20aorta&f=false

Angina: http://id.wikipedia.org/wiki/Angina_pektoris

BUN dan serum kreatinin: http://en.wikipedia.org/wiki/BUN-to-creatinine_ratio

http://en.wikipedia.org/wiki/Blood_urea_nitrogen

http://en.wikipedia.org/wiki/Serum_creatinine#Plasma_creatinine

Urinalisis : http://labkesehatan.blogspot.com/2010/02/urinalisis-1.html

p.s: Me dah capek niy ngelanjutin. Sebenarnya tinggal pengobatannya aja, tapi berhubung itu lebih enak dibuat skema dan Me lagi males mbuatnya, kapan2 me lanjutin lagi deh skema obatnya. hehehe

Maap,, but still

Happy Studying~!!

_*LoveMe.oNk*_