[PRAKTIKUM]::Metabolisme Obat::

aNNYEONG…!! Hwah, berasa hepi banget ya liat Me nyapa begitu?? Heheheheh…

Setelah berapa hari yang lalu Me selalu nge-post tentang [K-Movie] dan sepertinya (Me nyadar niy) post tentang pelm emang lebih banyak di blog iniy. Jadi, biar keliatannya rada intelek dikit (hahahah.. ^o^v), Me memutuskan untuk nge-post tentang apa yang dah Me baca buat persiapan praktikum Farmakologi Dasar minggu depan.

sEBENARNYA…iniy praktikum diselenggarakan Senin minggu ini, 081110. Tapi karena hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi hari Jumat, 051110, seluruh kegiatan belajar mengajar di UGM diliburkan. Jadi, kalau tidak terjadi apa2 lagi, Me (sepertinya) bakal praktikum 151110. *entah kenapa Me tidak senang dengan berita ini, masuk kuliah lagi maksudnyaaa..hehehe ^.^v

bETTER pREPARE…Daripada Me terlalu lama terlena sama libur yg seharusnya dalam suasana prihatin iniy, jadi lebih baik Me berbagi ilmu yang cuma sedikit iniy. OkOk?? Iniy apa yang dah Me baca dan pahami dari Buku Petunjuk Praktikum Farmakologi Dasar dan Laporan Resmi Praktikum Farmakologi Dasar Metabolisme Obat. Me berusaha menuliskan apa yang dah Me pahami sesimpel mungkin sehingga orang lain juga bisa mudah paham sama apa yang Me tulis. Semoga bisa membantu siapa aja yang baca post ini.

Gak pake basa-basi lagi, daripada keburu basi,

Here we go~!

METABOLISME OBAT

Tujuan

Mempelajari pengaruh beberapa seny. kimia terhadap enzim pemetabolisme obat dengan mengukur efek farmakologinya.

Teori

– Metabolisme obat juga sering disebut biotransformasi

Persamaan:

Proses perubahan biokimiawi/kimiawi yang dilakukan tubuh

Perbedaan:

Metabolisme –> terhadap senyawa endogen (hormon, enzim)

Biotransformasi –> terhadap senyawa eksogen / xenobiotik (obat, makanan)

– Metabolisme membuat obat jadi:

  • Makin aktif
  • Gak aktif lagi (deaktivasi) –> detoksifikasi di hati
  • Seny. gak aktif (pro drug) jadi seny. aktif

Contoh obat yang makin aktif setelah dimetabolisir:

# Kortison & Prednison menjadi Kortisol & Prednisolon

# Fenasetin & Kloralhidrat –> Parasetamol & Trikloretanol

# Pirimidin & Levodopa –> Fenobarbital & Dopamin

Pro drug : Obat yang secara metabolik gak aktif tapi dalam tubuh diubah secara enzimatik dan non enzimatik jadi bentuk aktif.

–> diperlukan untuk obat yang:

# rasanya gak enak

# kelarutan dalam air kurang pada pemakaian parenteral

# kurang dapat terabsorpsi

# pengaruh lintas pertama besar

# lama kerja singkat

# distribusi ke dalam organ sasaran gak cukup

 

First Pass Effect (FPE) [Pengaruh Lintas Pertama] : Perombakan yang dialami obat dalam dinding usus (dimetabolisir) dan hati (diekskresi ato diubah secara biokimia) sebelum mencapai jantung, sirkulasi paru2, dan sirkulasi tubuh.

FPE dapat menurunkan bioavailabilitas jadi lebih rendah daripada persentase yang sebenarnya di resorpsi, sehingga efek obat berkurang.

FPE juga bisa meningkatkan bioavailabilitas.

 

Tujuan mengetahui metabolisme obat:

  1. Evaluasi keamanan & kemanfaatan obat
  2. Tau gimana obat dimetabolisir & dideaktivasi
  3. Tau jalur dan kecepatan distribusi & eliminasi obat & metabolitnya

– Berikut ini, Me lagi rajin niy.. jadi Me buatkan skema reaksi yang terjadi pada metabolisme:

Sebagian besar reaksi terjadi pada sel2 Hepar,

sebagian yang laen terjadi di sel2 gastrointestinal, paru, ginjal, darah.

Mikroflora gastrointestinal lebih berperan dalam Fase I (reduksi, oksidasi, hidrolisis) daripada konjugasi (Fase II).

Reaksi Oksidasi (Rx. Fase I)

  • sebagian besar terjadi di retikulum endoplasmik
  • bisa juga dikatalis di sitosol atopun mitokondria

Reaksi Fase II

  • umumnya terjadi di sitosol, kecuali rx. glukoronidasi

Jalur metabolisme obat dalam Hepar

(lagi2 karena Me lagiy rajin, jadi Me buatin skemanya… moga2 jadi lebih gampang liat n ngapalinnya.. ^.^)

Rx. Fase I = Rx fase non sintetik atau fungsionalisasi.

– Mbuat obat jadi lebih polar dengan memasukkan / menghilangkan gugus fungsional.

– Tujuan:

# meningkatkan aktifitas biologis

# membentuk gugus yang reaktif terhadap enzim2 pada Rx. Fase II

 

Rx. Oksidasi

– melibatkan oksigenase, monooksigenase, dioksigenase

Oksigenase : oksidasi terjadi melalui penarikan hidrogen atau elektron.

Reaksi antara Xenobiotik dan seny. Endogen (As lemak, kolesterol, hormon steroid) dikatalisis Enzim Mikrosom Hepar, Mukosa Usus, dan jaringan lain.

Monooksigenase : 1 atom oksigen dari O2 diikat pada xenobiotik, lalu direduksi jadi air.

mengandung sitokrom P-450 dan P-448 (protein Hem). Istilah ini dipakai karena terjadi absorpsi kuat dari cahaya pada panjang gelombang 450 dan 448 nm setelah reduksi Na-ditionit dan penyeimbangan dengan CO.

Dioksigenase : memasukkan dua atom oksigen dari O2 ke dalam xenobiotika.

Rx. Oksidasi meliputi:

1. Hidroksilasi

Satu atom O berikatan dengan atom2 C, N, S dari molekul obat.

Katalis: enzim retikulum endoplasmik hepar (MFO = mixed function oxidases system)

Melibatkan sitokrom P-450 dan reduktase-NADPH-sitokrom-C.

2. Desulfurasi

Penggantian atom S dengan O akibat adanya oksigen pada turunan tio (tio-urea, tiosemikarbon, organo-fosfor).

3. Dehalogenasi

membutuhkan oksigen molekular dan NADPH.

Misal pada Halotan (anestetik) mengalami deklorinasi oksidatif dan debrominasi untuk menghasilkan alkohol atau asam yang sesuai.

4. Pembentukan Oksida

Ada dua macam:

a. Oksidasi N-

– Penambahan atom O pada N-.

– Mikrosom hati + O2 + NADPH –> oksida N

– Pada oksidasi metabolik amina akan menghasilkan:

# turunan Hidroksilamin untuk amina primer dan sekunder

# oksida amin untuk amina tersier

b. Oksidasi S-

– Pengikatan 1 ato 2 atom O pada sulfur (S)

– Mengubah bentuk Sulfur Alifatik ato Aromatik jadi Sulfoksida dan Sulfonat yang lebih polar dan lebih larut

5. Dealkilasi

Peniadaan radikal yang mula2 terikat pada atom oksigen, nitrogen, dan sulfur.

Ada 3 macam: Dealkilasi N-, Dealkilasi O-, Dealkilasi S-

 

Rx. Reduksi

dibanding oksidasi, hanya memegang peranan kecil

contoh:

# Karbonil direduksi jadi alkohol

enzim: alkohol dehidrogenase

# Senyawa azo jadi amina primer melalui tahap antara hidrazo

enzim: NADPH-sitokrom P-450 reduktase, NADPH-sitokrom e-reduktase

 

Rx. Hidrolisis

terdiri dari:

1. Hidrolisis ester dan amida oleh esterase (amidase)

– Hidrolisis ester lebih cenderung terjadi di plasma dibanding di hati karena plasma mengandung esterase yang lebih banyak

Ester terlindung secara sterik, jadi proses hidrolisis berjalan lambat

– Amida lebih stabil dari ester dan lebih mungkin dihidrolisis oleh amidase hati

karena itu ester dan amida kemungkinan besar di ekskresikan tanpa berubah dalam air kemih.

 

– Obat2 mengalami Deaktivasi dengan Rx. Konjugasi.

  • Konjugasi: Rx. biosintesis dengan penempelan Seny. Endogen (as. glukoronat, gugus sulfat, metil, asetil)
  • Untuk bisa konjugasi harus punya gugus aktif
  • Kalo gak punya gugus aktif ato obat sangat larut lipid, maka akan mengalami Biotransformasi (Rx. Fase I: oksidasi, reduksi, hidrolisis) lebih dulu.

Glukoronidasi (Konjugasi dengan Glukoronat)

Koenzim antara (UDPGA : uridine diphosphoglucorinic acid) bereaksi dengan obat dengan bantuan enzim UDP-glukoronosil-transferase (UGT) untuk memindahkan glukoronida ke atom O pada alkohol, fenol, atau asam karboksilat; atau atom S pada senyawa tiol; atau atom N pada senyawa2 amina dan sulfonamida.

Secara skematis:

Konjugasi dengan Asam Amino (ex: Glisin & Glutamin)

Reaksi antara Obat yang dah punya gugus Karboksilat dan dah diaktivasi koenzim-A dengan Seny. Endogen yang punya gugus amino

Konjugasi dengan Glutation (pembentukan Asam Merkapturat)

Epoksida atau aren oksida yang sangat reaktif bereaksi dengan Glutation, kemudian dimetabolisir lebih lanjut menjadi As. Merkapturat (non toksik)

 

Induksi dan Inhibisi Enzim

Induksi enzim : menaikkan kecepatan biosintesis enzim.

menyebabkan meningkatnya laju metabolisme yang umumnya deaktivasi obat, sehingga mengurangi kadarnya dalam plasma dan memperpendek waktu paro obat.

Karena itu intensitas dan durasi efek farmakologinya berkurang.

Contoh:

 

– Induksi dan inhibisi penting dipelajari karena pengaruh terhadap efek farmakologi dan toksisitas cukup besar.

contoh: Fenobarbital + Warfarin –> mengurangi efek antikoagulan


gIMANA gIMANA…? Apakah adanya post iniy cukup membantu?? Alhamdulillah…. Ato malah semakin mbuat bingung dan susah memahaminya? Semoga nggak yaaa… ^.^

sEGITU aJA yAA…FYI, this article my be taken out without permission. But, please, if you really wanna take this including the pics (schemes) ask my permission first, okay?? Me susah2 tuw mbuatnya. Me mbuat dengan segenap jiwa raga dan pemikiran keras… Hahahag… So, please respect my hardwork on this. Tengkyuw sow mach!!

Happy Studying!

Sumber:

Sugiyanto, Prof., Dr., et al, 2010, Petunjuk Praktikum Farmakologi Dasar Edisi 20, Bagian Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta.

*_LoveMe.oNk*_

@HomeSweetHome

 


About this entry