.=Tidur: Menyenangkan nan Bermanfaat=.

sEBENARNYAAA…artikel iniy me pake buat tugas magang Farsigama. Tapi berhubung Me belom tau juga artikel iniy bakal diapain nasibnya setelah dibaca sama Mbak2 Farsigama. Dan Me juga belom tau kepastian Me diterima ato gak di Farsigama. Jadi, Me pikir sayang kalo gak Me share.

aRTIKELNYA tENTANG tIDUR…alasannya? Karena belakangan iniy Me merasa kegiatan yang sangat meyenangkan itu tersita waktunya gara2 kesibukan praktikum dan membuat laporan. Jadi, Me iseng2 cari tahu tentang tidur. Dan ternyata banyak banget penelitian2 tentang tidur di barat sana. Bisa jadi iniy salah satu bentuk pembelaan diri Me kalo Me lagiy banyak tugas, tapi memilih untuk tidur. Tapi, kegiatan yang satu iniy emang terbukti punya manfaat yang sangat besar.

...MeoNk ngantuk habis sibuk maeeen... ^^

tANPA bASA bASI lAGI dEH…langsung aja iniy artikel yang Me buat. Artikel iniy sudah melalui proses editing saat dibuat. Me cuma ambil inti dari tiap penelitian, mungkin infonya gak terlalu lengkap. Isinya lebih cenderung ke info aja, bukan pembahasan lengkap. Dan artikel iniy adalah asli, sesuai dengan yang Me kumpulkan buat tugas. Tapi gak menutup kemungkinan akan di edit ulang supaya lebih menarik untuk dibaca… ^ ^

Fakta Menarik Tentang Tidur

Siapa yang tidak suka tidur? Bisa dibilang aktivitas yang satu ini adalah aktivitas favorit kebanyakan orang. Tidur merupakan sebuah kebutuhan bagi manusia. Karena saat tidur seluruh organ-organ kita akan beristirahat setelah bekerja seharian. Itulah mengapa setelah bangun dari tidur seseorang akan merasa segar kembali.

Waktu yang dibutuhkan orang dewasa untuk tidur berkisar 8 jam per hari. Namun, beragam aktivitas mahasiswa, membuat jam tidur tersebut sulit terpenuhi. Kuliah, praktikum, mengerjakan laporan, misalnya adalah beberapa kegiatan yang memaksa mahasiswa tidak memenuhi kebutuhan jam tidur yang cukup. Dan disaat kesibukan membludak, tidur pun menjadi pilihan terakhir untuk dilakukan.

Bagi sebagian orang, tidur dianggap sebagai kegiatan yang tidak produktif dan hanya membuang waktu. Hey, jangan salah! Ternyata banyak penelitian tentang tidur yang mengungkap banyak fakta menarik tentang hubungannya dengan kesehatan.

Ponsel dan Notebook Membuat Sulit Tidur

Sebuah sudi di Northwestern University mengungkapkan peralatan teknologi tersebut mengeluarkan cahaya terang yang diyakni mempengaruhi otak untuk tetap terjaga. Dominasi cahaya biru terang yang dipancarkan gadget akan memanipulasi otak untuk berpikir bahwa hari masih siang. Cahaya biru tersebut akan merangsang otak agar terjaga dan menunda waktu tidur. Kondisi ini akan mengacaukan ritme tidur dan nantinya membentuk satu pola pada otak yang menentukan kapan waktu tidur dan ternjaga. Para ahli menyarankan untuk mematikan gadget minimal dua jam sebelum tidur.

Tidur Siang Tak Gantikan Waktu Tidur Malam

Pendapat untuk mengganti kekurangan waktu tidur malam saat siang hari ternyata adalah salah, menurut seorang ahli kejiwaan. Hal ini karena tidur malam merupakan regulasi yang teratur dan sudah terpola dengan baik. Selain itu beberapa hormone seperti hormone pertumbuhan dan immunitas, hanya muncul pada malam hari dan tidak di produksi tubuh pada siang hari.

Kurang tidur = Waspada Diabetes

Tidur tak lelap selama beberapa malam mengakibatkan kepincangan pemanfaat insulin. Dan tak tidur semalaman akan mempengaruhi regulasi insulin dalam tubuh. Ilmuwan Belanda dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM) mengungkapkan bahwa terbatasnya waktu tidur dalam satu malam mengurangi beberapa jenis kepekaan insin sebesar 19 sampai 25 persen.

Kurang Tidur Buat Anak Hobi Mabok Saat Dewasa

Waktu tidur yang cukup sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Hasil riset yang dipublikasikan Journal Alcoholisme menunjukkan anak-anak yang memiliki kualitas tidur yang buruk berpotensi mengonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman keras saat beranjak dewasa. Efek lain dari kurang tidur juga menyebabkan anak berprilaku menyimpang, seperti mengonsumsi minuman keras saat berkendaraan, merokok, dan kehilangan kesadaran.

Tidur dan Mimpi Bantu Proses Belajar

Mimpi yang disebut bunga tidur, juga memiliki manfaat yang tak kalah besar. Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Fakultas Kedokteran Harvard University mengungkapkan jika seseorang belajar keras lalu tidur, kemampuan mereka akan 10 kali lebih baik daripada yang tidak tidur atau mimpi. Peneliti percaya bahwa tidur dan bermimpi usai belajar sesuatu akan membantu otak untuk mengadaptasikan kemampuan berpikir sesuatu dengan bidang yang mereka pelajari. Hasil riset menduga tidur saat bekerja atau bermimpi merupakan jalan untuk memperoleh kemampuan yang lebih baik dengan asumsi mimpi merupakan indicator bahwa ketika tidur otak terus bekerja.

Pejam Sekejap, Segar Seketika

Ternyata tidur sejenak di siang hari cukup membantuk menetralkan kondisi tubuh. Beberapa Negara, seperti Jepang, bahkan mempunyai jam khusus tidur di siang hari di sekolah-sekolah dan kantor-kantor. Tidur selama 10 menit di siang hari cukup untuk membuat tubuh kembali segar dan melanjutkan aktivitas. Winston Churchill, mantan perdana menteri Inggris, termasuk tokoh yang senang lelap sebentar di siang hari.

Kurang tidur memicu obesitas

Tidur kurang dari 8 jam sehari membuat jam makan seseorang bertambah. Berkurangnya waktu tidur akan meningkatkan kemungkinan makan makanan kalori tinggi. Banyak penelitian dilakukan terkait dengan hubungan kegiatan tidur yang cukup dengan kelebihan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkurangnya durasi tidur seseorang dapat memicu bertambahnya kadar hormone leptin dan ghrelin yang merupakan hormone pengatur nafsu makan.

Tidur Tingkatkan Daya Ingat

Sebuah penelitian dilakukan oleh psikolog asal Washington University terhadap 24 mahasiswa menggunakan semacam permainan tebak kata dalam computer. Hasilnya, mahasiswa yang tidur ketika wakt persiapan dan menjalani tes pada malam harinya memiliki kemampuan daya ingat yang sangat luar biasa. Peneliti meyakini adanya proses yang terjadi selama seseorang tidur, yaitu komunikasi dua area otak, antara hippocampus dan kortikal. Sebagai informasi, hipokampus adalah bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal.

Manusia memiliki dua hippocampus, yakni pada sisi kiri dan kanan. Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan. Sedangkan kortikal merupakan bagian dari otak besar yang berkaitan dengan fungsi motorik dan memori.

Michael Scullin, Salah seorang peneliti pemula berpendapat ketika seseorang tidur, hipokampus mempelajari memori sebelumnya, terjadilah komunikasi dan kemudian menempatikan kembali pembahasan tadi dalam ruang yang lebih segar di otak. (Red.berbagai sumber)

_*LoveMe.oNk*_

@swk64jgj


About this entry