[STORY]Lost In The Dark (Prologue)

gELAP... Hanya itu yang dapat kulihat. Aku yakin mataku terbuka, namun hanya kegelapan menyelimutiku. Kucoba mengingat2 apa yang kulakukan disini, saat ini, dan sebelum berada disini untuk mencari petunjuk keberadaanku. Namun hanya kegelapan ini yang kuingat. Pernahkah aku hidup sebelumnya? Pertanyaan itu muncul begitu saja dalam benakku.

bAGAIMANA rUPAKU…? Aku bahkan tidak ingat wajahku. Kucoba merabanya dengan tanganku—setidaknya merasakannya sebagai tanganku. Rasanya tidak terlalu buruk. Kucoba merasakan anggota tubuhku yang lain. Semuanya lengkap: wajah sempurna dengan 2 mata, 1 hidung, 1 mulut, 2 telinga, rambut panjang, 2 tangan, dan 2 kaki. Setidaknya semua inderaku tak kurang suatu apa, hanya fungsinya saja yang belum kuuji.

aAAAAHHH…!! Mulut! Kenapa aku tidak mencoba untuk berteriak saja? Siapa tahu dunia hitam ini berpenghuni. Meskipun, kalaupun itu benar adanya, entah bagaimana caranya aku bias melihat mereka.

“hELLOW..!” aku mencoba mengeluarkan suara. “Heeeiii!!” KUcoba lebih keras lagi. Sunyi. Aku bahkan tak dapat mendengar suaraku sendiri. Kucoba berteriak lagi. Tetap tak ada suara.

dALAM sEKEJAP kEPANIKAN mENYERGAPKU… Dunia apa ini, tak ada cahaya, tak ada suara? Aku melihat berkeliling, meskipun hanya ada kegelapan sejauh mata memandang. Aku mencoba berteriak sekuat tenaga, berharap ada yang menjawabnya, amarah sekalipun. Namun, tetap tak ada yang berubah. Aku hanya bias terduduk dan menatap kegelapan di sekelilngku. Aku bias merasakan setetes hangatnya air mata mengalir membasahi wajahku. Awalnya aku menahannya, mencoba tegar, namun setelah menyadari bahwa tak aka nada yang kesal dengan tangisanku, aku menangis sejadi2nya. Aku berteriak dalam tangis di kesunyian dan kegelapan ini.

sETELAH mENANGIS bEBERAPA lAMA,,, aku diam dan sesenggukan. Aku mencoba mendengarkan tanda2 kehidupan di sekitarku. Nihil. Rasanya ingin menangis lagi. Namun, sekuat tenaga aku menahan tangisan hingga hanya menjadi sesenggukan tanpa henti. Aku mencoba tegar. Tidak bisa, aku tidak bisa tegar. Kenyataan bahwa aku seorang diri terlalu mengerikan dan tangisku pun pecah kembali.

sAAT iTULAH… disaat aku tenggelam dalam tangis dan mataku basah oleh air mata, aku melihat setitik cahaya yang awalnya kupikir hanya efek air mata saja. Setelah berpikir bahwa tanpa adanya cahaya air mata tidak akan membuat efek seperti itu, aku mengerjap. Kuusap air mataku untuk meyakinkan penglihatanku. Aku bersyukur mataku berfungsi. Namun, aku lebih mensyukuri apa yang kulihat bukanlah ilusi. Kegelapan itu perlahan kabur digantikan cahaya terang yang kudambakan. Perlahan kusadari, cahaya itu berwajah tampan. Tanpa kusadari, reflex tubuh mendahului pikiran, aku langsung memeluknya. Satu hal terlintas dalam benakku, aku tidak ingin kehilangan cahayaku lagi. Aku benci gelap!!

(will be continue??? haven’t know it yet ^^)

written on wed 171208

Please comment if you like…

_*LoveMe.oNk*_

@swk64jgj


About this entry