[280510]Kisah Pak Guru dan Sebuah Ember

fIRST oF aLL…I’m so sorry for myself for being liar. A big liar. I never keep my words on myself. I always make me disappointed. I can’t say that I didn’t mean to do it bcuz I do it on purpose. I’m so sorry for myself for being irresponsible on my life. I’m so sorry for myself for not keep my promise to study instead of watching youtube.


I can’t promise me that i will not watch youtube or korean anymore, but at least i will try to not waste my precious time on it. Ups, no, i won’t try to not to, but I WILL NOT waste my time on it anymore.

rEMEMBER A gOOD sTORY…

Ada seorang guru di sebuah sekolah dasar sedang mengajari anak2 tentang prioritas hidup.

Dia membawa sebuah ember dan mengambil batu2 besar.

Dia memasukkan batu itu kedalamnya sampai tidak ada lagi batu yang bisa masuk.

Lalu, dia bertanya pada murid2nya, “Apakah menurut kalian ember ini sudah penuh?”

Anak2 menjawab, “Sudah, Pak!”

Pak Guru kemudian mengambil kerikil dan memasukkannya ke dalam ember berisi batu itu.

Anak2 heran karena kerikil tersebut masih bisa masuk dalam ember, memenuhi rongga di antara batu besar.

Beliau terus memasukkan kerikil sampai tidak ada lagi kerikil yang bisa masuk dalam ember.

Lalu beliau bertanya, “Apakah ember ini sudah penuh?”

Anak2 dengan mantap menjawab, “Sudah!”

Tapi, Pak Guru mengambil pasir dan memasukkannya kembali dalam ember.

Anak2 melihat pasir itu masih dapat memenuhi ember.

Setelah ember tidak muat lagi menampung pasir,

Pak Guru bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, “Apakah ember ini sudah penuh?”

Anak2 menjawab, “Sudah!”

Lalu, Pak Guru menuangkan air dalam ember itu sampai tidak ada air tidak bisa lagi masuk dalam ember.

“Apakah ember ini sudah penuh?” tanya Pak Guru, sekali lagi.

“Apa makna dari ember dan batu, kerikil, pasir dan air ini?” katanya.

Lalu, beliau melanjutkan, “Ember ini dapat diibaratkan kehidupan dan isi di dalamnya adalah semua yang ingin kalian lakukan dan inginkan.

Semua dapat kalian lakukan dan dapatkan jika kalian memasukkan prioritas terbesar kalian terlebih dahulu.

Setelah prioritas terbesar itu telah terpenuhi maka hal2 kecil lain akan tetap mudah kalian dapat.

Maka dari itu, tentukan prioritas terbesar kalian sekarang dan lakukan!”

pRIORITAS tERBESAR mE sEKARANG aDALAH,,,...Me pengin belajar yg rajin. Ini bukan masalah masa depan yang cerah, nilai yang bagus, ato apapun lah. Tapi niat Me pengin belajar adalah karena Me memang pengin. Me pengin tau banyak hal tentang dunia farmasi. Me emang pengin dapet nilai bagus supaya bisa membanggakan orang tua yang dah percaya hundreds percent kalo Me belajar bener2 di Jogja. Tapi, sejujurnya, itu bukan alasan utama Me bilang pengin belajar. Me memang beneran pengin belajar. Mungkin ini cuma perasaan sesaat gara2 euforia setelah nonton 3 Idiots. Tapi apapun itu, Me beneran pengin tau lebih banyak.

aND, hERE…Listen to Me, tonight I will study. Keep my words! I never lie to anybody but myself, and tonight I will keep my promise to myself. I have to make myself believe that I can keep my words on myself.

hWAITING!!!

^.^9

_*LoveMe.oNk*_

@swk64jgj


About this entry