[PRAKTIKUM]::Iodo – Iodimetri&Bromatometri::

oYoY…Iniy dy praktikum terakhir Kimia Analisis I. Alhamdulillah…

Kayaknya post me tentang Argentometri lumayan banyak yang buka *Horray! Dengan begitu, Me anggap bahwa tulisan Me cukup membantu *ngarep. Nah, maka dari itu, Me putuskan untuk menuliskan lagi apa yang sudah Me pelajari dari persiapan Me mo praktikum. Dan kali ini Me mo praktikum Iodometri&Bromometri ini. Sebenarnya sebelum iniy ada praktikum juga, Nitrimetri, tapi maap gak Me tulis disini.. hhe.

okay dah, langsung aja…

IODO – IODIMETRI

Teori

Iodium

→ oksidator yg relatif lemah

→ Potensial redoks jauh lebih kecil dibanding oksidator lain (+ 0,535 volt)

→ tp masih mampu mengoksidasi reduktor2 kuat, ex: SnCl2, H2SO3, H2S, Na2S2O3, vit C, dll.

Metode titrasi:

1. Iodimetri (Titrasi Langsung)

Lar. baku : iodium

Titrat : senyawa dg potensial reduksi lebih rendah

indikator : amilum, pd titik akhir memberikan warna biru

Penetapan kadar (Farmakope Indonesia) : asam askorbat (vit C), natrium askorbat, metampiron (antalgin), natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya.

2. Iodometri (Titrasi Tak Langsung)

– Iodium dititrasi dg lar. baku Natrium tiosulfat

– Menentukan kadar senyawa dg  potensial reduksi lebih tinggi

Prosedur : sampel di+ kalium iodida berlebih → menghasilkan iodium → titrasi dengan lar. baku natrium tiosulfat dg jumlah setara dg iodium yg dihasilkan dan setara dg banyaknya sampel.

Lar. iodium juga dapat dijadikan sebagai indikator. Dalam air lar. tsb akan memberikan warna kuning pucat. Namun, untuk menaikkan kepekaan TA biasa digunakan indikator amilum/kanji. Selain itu, dapat juga digunakan indikator karbon tetraklorida (CCL4). Adanya iodium pd lapisan CCl4 memberikan warna ungu, pd TA menjadi jernih.

BROMATOMETRI

Teori

Selain Iodium, Brom juga merupakan oksidator.

Bromatometri → analisis kuantitatif:

  1. Seny. yg bersifat reduktor, ex: vit. C, Arsen III
  2. Seny. yg bereaksi scr substitusi dg brom, ex: fenyl, asam salisilat, anilin, sulfanamid
  3. Seny. yg bereaksi scr adisi dg brom, ex: kalsium siklobarbital, etena

Kalium bromat (KBrO3)

→ oksidator kuat

→ potensial standar = 1,44 volt

→ dalam suasana asam, dengan kalium bromide dapat menghasilkan brom

Reaksi:

KBrO3 + 5KBr + 6HCl → 3Br2↑ + 6KCl + 3H2O

Metode titrasi

1. Titrasi Langsung

Sampel: Vit. C, Arsen (III)

Lar. baku : Kalium bromat yg mengandung bromida dlm suasana asam

Titik akhir: muncul brom bebas → dpt digunakan sbg indikator → muncul warna kuning dlm larutan

*Indikator yg baik: irreversibel, warna muncul pada suasana asam

ex: metal merah → pd suasana asam warnanya merah, pada TA warnanya hilang.

metal jinggan, fuchsin

2. Titrasi Tak Langsung

→ untuk senyawa yg kurang reaktif thd brom → reaksinya lambat

Prosedur:

1. Tambahkan Br2 berlebih dari lar. KBrO3-bromida → suasana asam

KBrO3 + 5KBr + 6HCl → 3Br2↑ + 6KCl + 3H2O

2. Kelebihan Br2 + KI → menghasilkan I2

Br2 + 2KI → I2 + 2KBr

3. Titrasi dg lar. baku Natrium tiosulfat

I2 + 2NaS2O3 → 2NaI + Na2S4O6

→ gunakan labu iodium / erlenmeyer tertutup karena Br2 mudah menguap

Brom tidak langsung dititrasi dengan Natrium tiosulfat krn perbedaan potensial sangat besar. Bila brom langsung dititrasi dengan NaS2O3, hasilnya bukan hanya S4O6(2-) tp jg sulfat, bahkan mungkin sulfida yang berupa endapan kuning.

sumber:

Tim Pembimbing Praktikum KA I. 2010. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis I. Yogyakarta: Bagian Kimia Farmasi Fak. Farmasi UGM

Gandjar, Ibnu Ghalib., Rahman, Abdul. 2007. Kimia Farmasi Analisis I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


About this entry