[PRAKTIKUM]::Argentometri::

bESOK mO pRAKTIKUM kIMIA aNALISIS,,,Nah, biar gak lupa sama materinya, sekalian aja Me tulis disini.. Ihihig ^^ Itung2 bagi2 ilmu, sapa tau ada yang mo praktikum juga sama kayak Me…

Karena Me lebih mudah belajar pake peenulisan yang simpel, jd niy bisa dibilang ringkasan yang Me buat dari buku petunjuk praktikum Kimia Analisis. Tiap orang punya cara yang beda2 untuk memahami suatu kalimat, tapi Me buat niy mudah dipahami untuk semuanya. Kalo gak paham sama apa yang Me tulis (ato mungkin gak ada yang minat baca post iniy???) ya, mungkin bisa buat ringkasan sendiri… Ahahahag.. Kalo Me lebih gampang hafal kalo nulis sih, jd Me baca sambil nulis…

Okay, here I go!

ARGENTOMETRI

Teori

Argentometri = metode pengendapan

→ titrasi yg melibatkan reaksi pengendapan

→ penetapan kadar halogenida atau senyawa mengendap dengan penambahan AgNO3

→ reaksi umum: AgNO3 + X- →AgX (s) + NO3-

Metode:

1. Metode Mohr = Metode langsung

– Halogen diendapkan dalam suasana netral dengan larutan AgNO3

Indikator : Larutan Kalium Kromat (K2CrO4)

Prosedur : Awal titrasi akan terjadi endapan perak halida (AgX), setelah tercapai titik ekivalen pe+an sedikit AgNO3 akan bereaksi dengan kromat membentuk endapan merah Ag2CrO4.

Kekurangan :

  1. Dapat menetapkan kadar bromida dan klorida, tp untuk iodida dan tiosianat hasil kurang memuaskan. Karena endapan perak iodida atau perak tiosianat mengadsorpsi ion kromat shg mengacaukan titik akhir.
  2. Adanya ion2 sulfida, fosfat, dan arsenat jg akan mengendap.
  3. Titik akhir kurang sensitif bila menggunakan larutan encer

2. Metode Volhard = Metode Tak Langsung

Indikator : Besi (III) amonium sulfat atau besi (III) nitrat

Prosedur : Larutan halogen + lar. AgNO3 hingga terbentuk endapan AgX → kelebihan AgNO3 dititrasi dg lar. baku kalium atau amonium tiosianat (NH4CNS) → setelah tercapai TE sedikit pe+an NH4CNS (titran) akan bereaksi dengan indikator feri membentuk larutan merah feri tiosianat (FeCNS).

Lakukan penggojogan kuat saat titrasi agar ion perak yang diadsorpsi oleh endapan AgCNS dapat bereaksi dengan ion tiosianat (CNS-)

– Titrasi HARUS berlangsung dalam suasana asam (pH < 3), sebab ion besi (III) akan diendapkan menjadi Fe(OH)3 jika pada suasana basa shg TA tidak dapat ditunjukkan

3. Metode Fajans

Indikator : adsorpsi, contoh: eosin dan diklorflouresin

Indikator tidak memberikan perubahan warna pada larutan tapi pada permukaan endapan

Prosedur : Pada TE indikator teradsorpsi oleh endapan yg memberikan perubahan warna.

Hal2 yg perlu diperhatikan :

  1. Endapan sedapat mungkin berupa koloid
  2. Garam netral dalam jumlah besar dan ion bervalensi banyak harus dihindarkan karena punya daya mengkoagulasi
  3. Larutan tidak boleh terlalu encer → endapan yg terbentuk akan sedikit sekali → perubahan warna indikator tidak jelas
  4. Ion indikator harus bermuatan berlawanan dg ion pengendap
  5. Ion indikator harus segera teradsorpsi kuat stlh tercapai TE
  6. Ion indikator tidak boleh teradsorpsi sangat kuat → menyebabkan teradsorpsi sebelum TE, contoh : titrasi klorida dengan indikator eosin.

4. Metode Liebig

– Titrasi langsung sampel dengan larutan baku AgNO3

Indikator : –

Prosedur : Titik akhir tidak ditandai oleh indikator melainkan dg terjadinya kekeruhan.

Kekurangan :

  1. Hanya menghasilkan TA memuaskan bila pemberian pereaksi diberikan perlahan2
  2. Tidak dapat dilakukan pada larutan amoni-alkalis krn ion perak (Ag+) akan memberntuk kompleks Ag(NH3)2+ yg larut. Dapat diatasi dengan  pe+an sedikit lar. kalium iodida

 

Itu aja ya, yang bisa Me tulis… Prosedur jalannya praktikum gak Me tulis karena agak ribet. Lagipula niy ceritanya lagi persiapan praktikum, bukan mo bikin laporan. Hhee…

Doakan semoga Me sukses pretest, praktikum, postest, dan nulis laporan!!

Oiya, kalo ternyata ada yg baca post iniy karena ‘nyasar’ buat cari tugas ato senasib kayak Me mau praktikum, semoga dari yang sangat sedikit ini bisa menambah pengetahuan. *ngarep^o^


_*LovMe.oNk*_

@swk64jgj


About this entry