.:Diabetes Insipidus:.

tIBA-TIBA PENGEN CARI TAU TENTANG PENYAKIT INI… karena ada seorang anggota keluarga yang diduga menderita penyakit ini. Me pikir niy penyakit kencing manis, sama seperti diabetes melitus (DM). Me mikirnya kalo DM itu genetis, sedangkan DI itu yang gak genetis. Eh, MyMom bilang kencing manis itu DM, kalo DI berkaitan ma hormon (niy kesimpulan beliau setelah mendengarkan penjelasan dari anggota keluarga Me yang baru aja periksa ke dokter). Nah gara2 itu Me jadi penasaran.

mE bARU tAU…kalo kita menyebut diabetes itu yang dimaksud adalah diabetes melitus. Maka dari itu waktu Me pengin cari tau tentang kedua jenis diabetes ini, eh penjelasan yang lebih banyak keluar adalah tentang DM. Jadi me cuma cari tau tentang DI aja…

FUN FACT…Me baru tau kalo diabetes itu artinya pancuran air.

Makanya orang yang kena diabetes tanda2nya sering kencing.

Untuk diabetes melitus, di pipisnya mengandung gula. Sedangkan diabetes insipidus adalah kelainan dimana penderitanya kekurangan hormon antidiuretik (ADH) yang menyebabkan rasa haus berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar urin yang sangat encer (poliuri). Penderita DI sangat sering berkemih bahkan sangat mungkin mereka bangun 2-3 kali saat malam hari untuk berkemih.

ADH aTAU VASOPRESIN HORMONmerupakan hormon yang membantu mencegah pembentukan air kencing yang berlebihan. Hormon ini diproduksi di hipotalamus, lalu di simpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior.

dIABETES iNSIPIDUS dIBAGI jADI dUA…berdasarkan penyebabnya. Pertama, Diabetes Insipidus Central terjadi bila hipotalamus tidak dapat memproduksi cukup ADH. Kebanyakan ini terjadi pada orang yang baru saja mengalami cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak) atau baru saja operasi otak, aneurisma (penyumbatan arteri yang menuju ke otak). Beberapa orang dengan DIC menderita kanker otak atau tumor.

Hipotalamus In Your Brain

Kerja Hipotalamus

Kedua, Diabetes Insipidus Nefrotik terjadi bila kadar ADH normal, tetapi ginjal tidak dapat memberikan respon yang diharapkan terhadap keberadaan hormon ini. Diabetes Insipidus jenis ini dapat terjadi akibat gagal ginjal kronik, keracunan lithium, hipokalemia (kadar kalium dalam darah rendah, kurang dari 3.8 mEq/L darah), hiperkalsemia (kadar kalsium dalam darah tinggi, lebih dari 10.5 mgr/dL darah).

gEJALA…Penyakit ini terjadi secara perlahan atau tiba2 pada segala usia dan tidak berhubungan dengan gender. Wanita dan pria punya peluang yang sama untuk mengidap DI. Gejala yang menonjol dari penyakit ini adalah rasa haus yang berlebihan dan pengeluaran air kemih yang berlebihan, terutama di malam hari. Karena cairan yang dikeluarkan melalui urin banyak, penderita bisa minum sejumlah besar air (3,8 – 38 L/hari). Jika kompensasi cairan tidak terpenuhi, maka akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok.

pENGOBATAN…jika penderita tidak merasa terganggu dengan adanya penyakit ini (sering berkemih), tidak perlu dilakukan pengobatan apapun *ya iyalah, kan gak terganggu.

Pengobatan dilakukan berdasarkan penyebab dari penyakit ini. Obat dapat membantu agar tidak sering berkemih di malam hari. Untuk DI central, ada satu obat, namanya vasopressin atau desmopressin asetat merupakan modifikasi dari ADH (mungkin semacam ADH buatan gitu, ya?). Obat ini berbentuk spray hidung yang dapat membantu mempertahankan pengeluaran kemih yang normal. Tapi, bila terlalu banyak mengonsumsi obat ini dapat menyebbkan penimbunan cairan, pembengkakan, dan gangguan lainnya.

Untuk DI nefrotik, desmopressin tidak akan membantu. Obat lain, seperti hydrochlorothiazide (a ‘water’ pill) mungkin membantu. Water pill ini dapat membantu agar garamd an air dalam tubuh seimbang.

Diabetes Insipidus terkadang dapat dikendalikan oleh obat2an yang merangsang pembentukan ADH, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat, dan berbagai diuretik (tiazid).

aDA yANG mENARIK dISINI…anggota keluarga Me yang diduga menderita penyakit ini, hanya mengalami berkemih yang berlebihan. Dia tidak merasa haus yang berlebihan dan konsumsi airnya cuma sedikit (jarang minum air). Dokternya sampe bingung… Ckckck.. Kesimpulan sementara, itu karena ginjalnya yang tidak dapat menampung air seperti ginjal normal. Misal, normalnya ginjal menampung 1L baru terasa sensasi berkemih (kebelet pipis), nah ini baru 0.5L aja dah pengen pipis. Begitulah….

sEGITU aJA dARI mE…

Semoga bermanfaat, at least for Me!! *gak yakin bakal ada yang baca

Wassalam

_*LoveMe.oNk*_

source:

id.wikipedia.com

medicastore.com

familydoctor.org

emedicine.medscape.com


About this entry